Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Just another Today.com weblog

&
 

Dec 02 2007

Published by kppu.go.id at 10:38 am under Uncategorized Edit This

http://KPPU-GATES.today.com/files/altm.JPG

Pers ReleaseNo:23/PR/29/xi/07 

1.Latar Belakang 

Hasil Risat  Altimo yang berjudul Mobile Development Index, yang kemudian disebut sebagai Altimo Index. Riset tersebut bercerita tentang data makroekonomi industri telekomunikasi bergerak, seperti tingkat pertumbuhan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU), margin pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), tingkat pertumbuhan gross domestic product (GDP), yang dimulai sejak kuartal ketiga 2006 hingga kuartal kedua 2007. Dari hasil riset yang dipesan PT  Altimo  kepada pihak akademisi seperti LPEM UI , INDEF , Cambridge University dari Amerika Serikat, London Business School dari Inggris, serta New Economic School dari Moskow, Rusia, Altimo  berencana untuk berinvestasi di sektor telekomunikasi Indonesia. 

Hasil riset itu mengatakan bahwa negara-negara di ASEAN akan menjadi kunci utama untuk berinvestasi sepanjang periode 2008-2012. Menguatnya sektor ekonomi, pertumbuhan tingkat belanja di industri telekomunikasi bergerak, serta melonjaknya penetrasi pelanggan di Indonesia , menjadi alasan utama PT  Altimo  

“Dalam jangka pendek, Filipina, Indonesia, dan Vietnam adalah tiga teratas untuk pasar investasi telekomunikasi bergerak,. “Sedangkan India, menunjukkan indikasi penurunan signifikan untuk berinvestasi setelah iklim kompetisi dan pertumbuhan telekomunikasinya cenderung stabil.”
Dari hasil dari riset yang disajikan PT altimo  pula, ARPU tiap enam bulannya secara global menurun 2%. Dan tren penurunan itu diperkirakan akan berlanjut pada 2008-2009. “Perkembangan teknologi dan kompetisi akan kembali mendorong penurunan tarif hingga hadirnya layanan nilai tambah (VAS) baru yang menarik.” 

Hasil hasil riset mengenai Industri Telekomunikasi yang dipesan PT Altimo pada tanggal 22 april 2007 telah diserahkan kepada KPPU untuk keperluan Investigasi Kasus Dugaan Monopoli sektor Industri Telekomunikasi seluler  atas permintaan KPPU. 

 

2. Pembelian saham Telkomsel dan Indosat 

Menunjuk pada pemberitaan di surat kabar harian Bisnis Indonesia ,Tempo dan lainnya pada tanggal 27 November 2009  sehubungan dengan rencana pembelian  saham Perseroan  Telkomsel yang dimiliki PT Telkom oleh PT Altimo Indonesia  bekerja sama dengan PT Bukaka teknik Utama yang  telah memperoleh persetujuan berdasarkan keputusan Rapat antara  Pemegang Saham  Altimo Alfagroup dan Bapak Wakil President Jusup Kalla  yang mewakili PT Bukaka Teknik Utama  disela sela kunjungan President  Rusia Vladimir Putin ,dengan ini PT Altimo memutuskan beberapa hal terkait rencana pembelian saham Telkomsel serta Indosat  perlu kami jelaskan sbb :
1. PT Altimo dan PT Bukaka berencana akan menyimpan saham  Indosat yang telah dibeli  dalam Transaksi (“Saham Yang Telah Dibeli Kembali”). Meskipun demikian, PT Bukaka  harus menjual kembali Saham Yang Telah Dibeli kepada PT altimo  jika harga saham telah meningkat, PT Bukaka  akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kembali tersebut ditambah broker fee . Penjualan kembali dilaksanakan melaui atau di luar Bursa dengan memperhatikan Peraturan Bapepam No. XI.B.2”. dan menunggu hasil keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang akan menjatuhkan keputusan untuk memaksa Temasek menjual  semua sahamnya di Indosat  

2. PT Altimo dan PT Bukaka berencana akan membeli saham Telkomsel milik PT Telkom sebesar 25 % saham Telkomsel yang pola pembayarnya dengan mengunakan pembayarn Tunai sebesar 50 % dari nilai pembelian saham Telkomsel dan sisanya dengan cara dicicil setiap tahun dengan Jaminan saham Indosat yang akan dimiliki oleh PT Altimo dan PT Bukaka  sebesar 41 %  

3. PT Altimo telah melayangkan
surat Kepada KPPU tertanggal 23 November 2007 untuk memberitahukan KPPU atas rencana pembelian saham PT Telkomsel dan Indosat  terkait Keputusan KPPU kepada Temasek untuk melepas sahamnya salah satu antara  sahamnya di Telkomsel dan Indosat
 

4. PT Altimo akan meyiapkan dana untuk CSR (Company Sosial Resposibility ) sebesar 150 Milyar Rupiah untuk pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia Komisi Pengawas Persaingan Usaha.  

Demikian Keterangan yang dapat kami berikan pada Media eleltronik dan cetak . terima kasih  

 

General Manager Public Relation  

 

 

(Affan Apriato, Msi )For further Information  Please Contact : 081 586482119

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!

Some Today.com contributors may have received a fee or a promotional product or service from a manufacturer for promotional consideration, while others receive no consideration at all. Each contributor is responsible for disclosing any such promotional consideration.