Oct 31 2007
Dugaan Kuat Konspirasi Ketua KPPU dengan Altimo Rusia

Munculnya ‘surat misterius’ yang melibatkan Ketua Tim Pemeriksa Perkara Temasek diduga sebagai upaya untuk mengeluarkan kasus Temasek ini dari koridor persaingan usaha.
Diam-diam dan terkesan sistematis dugaan adanya konspirasi buy back Indosat oleh perusahaan Rusia terus bergulir. Dikatakan sistematis karena begitu pemberitaan masalah konspirasi itu bermunculan di media massa baik cetak maupun online. Tiba-tiba ada surat ‘misterius’ yang menjabarkan secara detil desakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada Altimo yang meminta bantuan dana. Â
Surat itu dikirim melalui faksimili dengan kode BIS TINGKAT dan ditujukan kepada Soeharto, Chief of Representatiive Altimo Consulting Ltd dengan alamat Wisma GKBI lantai 40 Suite PH01A. Di dalam surat itu dijelaskan mengenai penggunaan dana yang diminta KPPU. Â
“Sesuai dengan kesepakatan rapat antara Ketua KPPU, Direktur Penegakan Hukum, Tim Pemeriksa Perkara No. 07/KPPU-L/2007 dan Perwakilan Altimo, dengan ini kami mohon bantuan dana untuk membiayai pemeriksaan perkara tersebut karena dana yang disediakan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja KPPU tidak mencukupi,†demikian bunyi surat tersebut. Perkara yang dimaksud adalah dugaan pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Temasek Holding, Pte, Ltd. Â
Dan, untuk menyakinkan bahwa surat tersebut benar-benar berasal dari KPPU, surat itu ditandatangani oleh Ketua Tim Pemeriksa Perkara No. 07/KPPU-L/2007 Nawir Messi. Â
Nah, surat ini yang menimbulkan kehebohan, khususnya di lingkungan internal KPPU. Nawir Messi yang dihubungi Hukumonline lewat telepon selulernya, Jumat malam (4/5) mengaku langsung menggelar rapat untuk membahasnya. Hasilnya, “Kita sepakat untuk tidak memperluas permasalahannya dan tidak akan membesar-besarkannya,†ujarnya. “Saya ketawa begitu baca surat tersebut. Ngawur orang yang mengirimnya dan sangat kasar,†tambahnya sambil tertawa.Â
Nawir menilai, dengan adanya surat itu jelas ada upaya untuk mengeluarkan kasus Temasek ini dari koridor persaingan usaha. “Doakan saja agar kita tetap konsisten memeriksa perkara Temasek ini dalam koridor persaingan usaha. Modal kami hanya integritas,†tuturnya bersemangat.Â
Namun, Nawir enggan untuk menjelaskan siapa dalang di balik ini semua. Alasannya pun cukup klasik, masalah keamanan. “Saya tidak bisa menjelaskan lewat telepon. Kasus yang kita tangani adalah kasus di bidang telekomunikasi. Jadi, saya tidak yakin kalau pembicaraan kita ini tidak disadap. Saya yakin pasti disadap. Wong semua pembicaraan ini akan terekam secara rapi kok,†tandasnya. Â
Lagi pula, “Saya tidak mau menebak-nebak karena situasianya masih kesana kemarin,†tambahnya. Â
Selain itu, yang membuat Nawir dan empat anggota Tim Pemeriksaan kasus Temasek lainnya (Syamsul Maarif, Benny Pasaribu, Didik Akhmadi, Tresna Priyana Soemardi) yakin bahwa surat itu palsu karena banyak kejanggalan yang berhasil diidentifikasi. Â
Nawir menjelaskan, mulai dari logo Burung Garuda di kop surat yang terbukti lebih kecil dari logo asli milik KPPU, format penomoran surat yang tidak sesuai standar KPPU, penulisan tempat dan tanggal surat yang terletak di bawah yang seharusnya berada di atas, stempel surat dimana lingkarannya ternyata lebih besar dari stempel asli milik KPPU hingga format nama dan tanda tangan pejabat KPPU.Â
Bahkan, nomor 601 yang tertera pada surat ‘misterius’ itu, setelah diselidiki oleh Nawir ternyata nomor itu adalah surat KPPU yang ditujukan ke Bappenas. “Surat itu ditandatangani oleh Direktur Eksekutif KPPU Kurnia Sya’ranie. Perihalnya ya soal program. KPPU kan menyampaikan perencanaan juga ke Bappenas. Pokoknya, kami mencatat ada 6-7 kejanggalan. Karena itu kami yakin bahwa surat itu palsu,†tegasnya.Â
Altimo juga MembantahSementara itu, pihak Altimo juga mengeluarkan bantahannya. Dari press release yang diterima Hukum online, Jumat (4/5), mereka membantah keras semua rumor dan tuduhan mengenai tindakan ketidakpatutan dalam rencana investasinya ke Indonesia. Â
“Kami membantah keras semua tuduhan ini. Altimo merupakan perusahaan investasi telekomunikasi yang memiliki reputasi internasional. Sebagai perusahaan internasional yang beroperasi di berbagai negara, kami selalu mematuhi segala hukum dan peraturan yang berlaku di pasar dimana kami beroperasi,†kata VP Corporate Communication Altimo Kirill Babaev di dalam rilis tersebut.Â
Wajar jika Babaev ngomong seperti itu. Pasalnya, Altimo dikenal sebagai investor di bidang telekomunikasi dengan portfolio asset senilai AS$ 20 miliar di pasar yang sedang berkembang di Eurasia. Kapitalisasi pasar Altimo lebih dari AS$ 30 miliar. Ini meliputi investasi di dua operator telekomunikasi terbesar di Rusia, yaitu VimpelCom dan MEgaFon. Altimo juga memiliki saham di Kyiystar (operator terbesar di Ukraina), SkyMobile (operator terbesar di Kyrgystan) dan Turkcell (operator terdepan di Turki).Â
Pihak Altimo menyadari munculnya berbagai tuduhan negatif yang mengarah ke Altimo. Menurut Babaev, Altimo memandang bahwa tudingan tersebut sebagai usaha kampanye negatif. “Public relation hitam ini dirancang secara sistematis untuk mendiskreditkan pemerintah Indonesia, parlemen, serta perusahaan-perusahaan internasional yang ingin berinvestasi di sektor telekomunikasi di Indonesia,†ujar Babaev
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!






