Oct 31 2007
Altimo berminat Membeli Indosat melalui putusan vonis KPPU pada Temasek untuk melepas saham Indosat
Dugaan kepemilikan silang yang dituduhkan KPPU kepada Temasek mau tidak mau melibatkan nama ALFA Telecom International Mobile atau Altimo dalam perseteruan tersebut. Pasalnya, banyak pihak yang menuduh secara terang-terangan bahwa perusahaan investasi yang menanamkan uangnya di berbagai perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia itu ikut memanaskan perseteruan Temasek - KPPU.
Meski demikian, Head of Representatif Altimo yang juga Regional Director Strategic and Business Development Central and South East Asia Altimo Soeharto menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam kasus Temasek. Soeharto juga membantah Altimo menjadi dalang terhadap tuduhan yang dilancarkan terhadap Temasek tersebut.
“Kalau bermasalah, saya emoh beli,” kata Soeharto yang saat dihubungi Jawa Pos kemarin sedang berada di Moscow. “Kami nothing to do (dengan masalah KPPU dan Temasek, Red),” ujarnya.
Soeharto memang tidak menampik kenyataan bahwa perusahaannya berniat untuk menanamkan investasi di bisnis telekomunikasi seluler Indonesia. Menurut dia, Altimo sudah menjajaki beberapa perusahaan, namun tidak menyatakan perusahaan mana saja.
“Ada rencana beli. Tapi, kita lihat saja. Kalau harga bagus, dan berada di posisi sold,” tandasnya. Berdasar rumor, Altimo memang mengincar saham Indosat dan saham XL yang dimiliki Group Rajawali.
Dana yang disiapkan untuk membeli perusahaan telekomunikasi tersebut berkisar USD 2 miliar (sekitar Rp 18 triliun). “Tapi, itu baru angka perkiraan. Kalau perusahaannya kecil, kan nilainya kegedean,” tambah Soeharto.
Altimo merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar Rusia dengan jumlah pelanggan 150 juta, antara lain di Rusia dan Turki. Perusahaan yang diluncurkan pada 1 Desember 2005 di London itu sudah memiliki total kapitalisasi pasar sebesar USD 14 miliar. Perusahaan tersebut sebelumnya bernama Alfa Telecom dan merupakan anak perusahaan Alfa Group.
Saat ini, Altimo memegang 29,3 persen saham Golden Telecom, operator telepon terbesar di Rusia, 35,8 persen saham VimpelCom yang merupakan operator seluler kedua terbesar di Rusia, dan 25,1 persen saham Megafon, operator seluler ketiga terbesar di Rusia.
Secara total mereka sudah menanam investasi di 20 operator seluler yang tersebar di 12 negara. Sekitar 95 persennya ditanam di layanan mobile telephone. Sisanya yang 5 persen diinvestasikan di fixed line. Pada 2006, Altimo membuka kantor cabang di Jakarta (Indonesia) dan Hanoi (Vietnam). Pada Maret, Altimo menaikkan pinjaman ke Deutsche Bank untuk membeli aset seluler di Asia. Altimo telah mendapatkan Sotelco, Operator Kamboja, dengan harga USD 10 juta sampai USD 20 juta. (aan)
- PETISI AGAR PRESIDEN SBY MEMBERHENTIKAN KETUA KPPU YANG TERLIBAT KKN DENGAN ALTIMO DALAM PERKARA TEMASEK
- KEDATANGAN PUTIN KE JAKARTA DAN KEPENTINGAN ALTIMO
- Altimo kerjasama dengan HIPMI untuk ambil Indosat dan Telkomsel
- Tak Ada Saham Silang STT di Indosat dan Telkomsel
- Ada Konspirasi di Balik Buy Back Indosat
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!






